Ritual Fabio Quartararo & Franco Morbidelli Sebelum Balapan MotoGP

Jakarta, Insertlive

Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli merupakan pembalap MotoGP yang tergabung di Tim Monster Energy Yamaha.

Quartararo dan Morbidelli lantas mengunjungi Jakarta, Indonesia, dalam rangka peluncuran motor baru mereka pada Selasa (17/3).

Di lain kesempatan, Inserlive berkesempatan untuk berbincang langsung dengan Quartararo dan Morbidelli.


Quartararo dan Morbidelli lantas membagikan cerita mengenai kehidupan mereka sebagai pembalap papan atas dunia.

Cerita dimulai dari momen pertama kali Quartararo dan Morbidelli mulai belajar mengendarai motor dan balapan.

Siapa sangka, Quartararo dan Morbidelli ternyata sudah mulai belajar balapan motor sejak masih berusia 4 tahun.

“Sebenarnya aku mulai balapan mengendarai motor itu pas umur 4 tahun, dan aku menggunakan motor yang kecil, terus ayahku itu juga seorang pembalap, dan dia mendorongku untuk balapan sejak aku masih anak-anak, dan itulah bagaimana aku mulai balapan,” kata Quartararo secara eksklusif kepada Insertlive pada Senin (16/1).

“Ya cerita yang sama, aku saat itu maih berusia 3 atau 4 tahun, dan ayahku adalah seorang mekanik, dan dia sering mengendarai motor, dan dia menaruhku di motor yang kecil, dan saat itu aku mulai mencoba untuk balapan menggunakan motor,” sahut Morbidelli.

Bicara soal sosok pembalap idola masa kecil, Quartararo dan Morbidelli sama-sama mengakui kehebatan Valentino Rossi di ajang MotoGP.

Bukan tanpa alasan, Quartararo dan Morbidelli sama-sama merasa bahwa Rossi adalah ikon balapan motor yang mungkin tak ada duanya di dunia.

“Iya aku mengidolakan Vale (Valentino Rossi), dia adalah pembalap terbaik pada masanya, dan sangat menyenangkan menonton dia balapan, dan wajar saja saat itu bisa langsung mengidolakannya,” kata Morbidelli.

“Ya aku juga sama seperti dia, Vale adalah pembalap paling berkarisma di ajang MotoGP, selalu melakukan selebrasi yang lucu saat juara, dan citra yang dia bangun di motoGP tentu saja langsung membuat saya mengidolakannya waktu masih kecil,” sahut Quartararo.




Fabio Quartararo/ Foto: Instagram/fabioquartararo20

Di lain hal, kecelakaan juga merupakan salah satu resiko yang menjadi momok bagi semua pembalap motoGP.

Quartararo juga punya banyak sekali cerita soal momen mengalami kecelakaan saat balapan.

Meski begitu, Quartararo tetap berusaha profesional walau kerap merasa takut saat menjelang balapan mulai.

“Aku rasa aku punya banyak sekali cedera akibat kecelakaan saat balapan, tapi aku beruntung karena aku masih baik-baik saja hingga saat ini, setiap aku memulai balapan, rasanya lap pertama itu adalah momen dimana semua hal menakutkan seperti kecelakaan akan terjadi, tapi aku tetap terus melaju untuk menang, karena resiko kecelakaan adalah bagian dari ini semua,” ujar Quartararo.

Sementara itu, Morbidelli juga membagikan cerita saat dirinya mencoba untuk menonton balapan lain.

Siapa sangka, Morbidelli ternyata justru merasa takut ketika menonton pembalap melaju dengan kencang di sirkuit.

“Lucunya, aku pernah beberapa kali menonton balapan lain bersama para pembalap motoGP, dan saat aku menyaksikannya sebagai penonton, rasa takut lansgung muncul, aku benar-benar takut, tapi beda hal ketika kamu berada di atas motor sebagai pembalap, rasa takut itu seketika menghilang, jadi memang beda rasanya,” ungkap Morbidelli.




Franco MorbidelliFranco Morbidelli/ Foto: Instagram/frankymorbido

Quartararo dan Morbidelli lantas cerita mengenai sejumlah sirkuit yang paling menantang dalam ajang motoGP.

Salah satu sirkuit yang paling sulit untuk ditaklukkan selama ajang motoGP menurut Quartararo dan Morbidelli adalah Sachsenring di Jerman.

Bahkan, Quartararo melakukan banyak persiapan khusus ketika akan menjajal Sirkuit Sachsenring.

“Aku bisa bilang bahwa Sirkuit Sachsenring di Jerman adalah yang paling sulit yang pernah aku lalui, karena jalurnya memang sangat sulit untuk ditaklukkan,” kata Morbidelli.

“Ya banyak hal yang harus dipersiakan, mulai dari menganalisa cuaca pada saat balapan, cek kelayakan motor, dan bahkan melihat langsung setiap sudut sirkuit, terus melihat kembali rekaman video dari balapan tahun sebelumnya, dan aku juga sepakat bahwa Sirkuit Sachsenring di Jerman memang sangat sulit untuk ditaklukan, tapi ya sebenarnya semua sirkuit juga sangat menantang,” sahut Quartararo.

Selain itu, Quartararo dan Morbidelli juga membagikan cerita mengenai persiapan yang mereka lakukan sebelum balapan di sirkuit.

Siapa sangka, ternyata hal utama yang dilakukan Quartararo dan Morbidelli sebelum balapan adalah mendengarkan lagu dengan volume yang sangat keras.

“Aku biasanya akan mendengar musik terlebih dahulu, dan aku akan menyetel dengan volume yang sangat keras, terus aku juga akan melakukan sedikit pemanasan, tapi yang paling penting aku akan mendengarkan musik sebelum balapan,” ungkap Morbidelli.

“Sebenarnya kita punya kantor yang memang tidak berjauhan, jadi bisa dibayangkan bagaimana musik keras akan terdengar, jadi ya aku juga ikut mendengarkan musik sebelum balapan, terus pemanasan, dan terkadang aku teriak sekencang-kencangnya untuk melepaskan energi negatif dan stres, tapi ya aku pasti mendengarkan musik sebelum balapan,” tutup Quartararo.

(ikh/ikh)



Tonton juga video berikut:




Selengkapnya

Leave a Reply

Detik-detik Satpam Digigit Ular di Perumahan Elite Terekam Kamera Small Earthquake Rattles South Bay Near Milpitas Cantik Emma Stone yang Baru Saja Menikah Mobil Terbang Fenomena Halo Matahari di Langit Jawa Timur Prewedding Terbaru Nikita Willy & Bos Blue Bird Desa Nelayan Paling Nyentrik Dunia Kelebihan Tes COVID oleh Anjing Dibanding PCR Rumah Orang Terkaya Dunia Aksi Protes Perubahan Iklim Global di Berbagai Negara