Pembaruan langsung: perang Rusia di Ukraina

Pembaruan langsung: perang Rusia di Ukraina

Intelijen militer Ukraina pada hari Selasa mengatakan Iran berencana untuk mengirim lebih dari 200 drone tempur ke Rusia, termasuk Arash-2 yang disebut-sebut oleh militer Iran sebagai salah satu drone serangan jarak jauh di dunia.

Intelijen Pertahanan Ukraina, bagian dari Kementerian Pertahanan, mengatakan “sejumlah lebih dari 200 drone tempur Shahed-136, Mohajer-6 dan Arash-2 direncanakan akan dikirim dari Iran ke Federasi Rusia pada awal November.”

Badan intelijen mengatakan dalam sebuah posting di Telegram bahwa Kendaraan Udara Tak Berawak “akan dikirim melalui Laut Kaspia ke pelabuhan Astrakhan.”

Badan tersebut mengatakan pesawat tak berawak itu dikirim dalam keadaan dibongkar dan begitu berada di dalam wilayah Rusia, “mereka akan dikumpulkan, dicat ulang, dan diaplikasikan dengan tanda Rusia.”

Badan intelijen tidak merinci bagaimana mereka memperoleh informasi tentang pengiriman dan CNN tidak dapat memverifikasi detailnya secara independen.

Tapi itu menggema dilaporkan oleh CNN pada hari Selasamengutip pejabat dari negara Barat yang memantau dengan cermat program senjata Iran, bahwa Teheran sedang mempersiapkan pengiriman besar drone dan rudal balistik ke Rusia.

Setiap pengerahan drone Arash-2 Rusia ke perang di Ukraina dapat memberikan tekanan lebih lanjut pada pertahanan udara negara yang sudah ditantang.

Sejak 13 September, pasukan pertahanan udara Ukraina mengatakan mereka telah menembak jatuh lebih dari 300 drone serang – tetapi puluhan telah berhasil menyerang target mereka dan menghancurkan infrastruktur energi vital.

Beberapa latar belakang: Clarissa Ward dari CNN mengatakan penyebaran Arash-2 berpotensi menjadi “pengubah permainan besar” dalam perang di Ukraina karena “dapat membawa lima kali bahan peledak Shahed.”

Berbeda dengan baling-baling Shahed-136 yang berisik, Arash-2 diklaim menggunakan propulsi jet, tidak hanya membuatnya lebih cepat dan lebih sulit untuk ditembak jatuh, tetapi juga memberikan jangkauan yang lebih luas. Namun, foto-foto dari apa yang digambarkan sebagai Arash-2 oleh media pemerintah Iran dengan jelas menunjukkan bahwa ia memiliki baling-baling di belakang.

Berbicara di TV Iran di sebuah acara militer di Teheran pada akhir September, Brigjen Iran. Jenderal Kioomars Heidari menyarankan Arash-2 memiliki jangkauan 2.000 kilometer (1.243 mil), yang akan menjadikannya salah satu drone serang jarak jauh di dunia. Namun, para pemimpin militer Iran memiliki sejarah melebih-lebihkan kemampuan sistem senjata buatan Iran.

Source link

Leave a Reply

Detik-detik Satpam Digigit Ular di Perumahan Elite Terekam Kamera Small Earthquake Rattles South Bay Near Milpitas Cantik Emma Stone yang Baru Saja Menikah Mobil Terbang Fenomena Halo Matahari di Langit Jawa Timur Prewedding Terbaru Nikita Willy & Bos Blue Bird Desa Nelayan Paling Nyentrik Dunia Kelebihan Tes COVID oleh Anjing Dibanding PCR Rumah Orang Terkaya Dunia Aksi Protes Perubahan Iklim Global di Berbagai Negara