Mani Man Produser dan Penulis Asal Hong Kong Ungkap Kesulitan Penggarapan Film Shadows

TABLOIDBINTANG.COM – Shadows menjadi film Hong Kong pertama yang diputar di Asian Cinerama Film Festival yang digelar mulai Kamis (15/9) hingga Minggu (18/9) di XXI Plaza Indonesia. Mendapat sambutan positif dari tamu undangan yang hadir, film bergenre horor psycho thriller ini memang memikat sejak awal. 

Shadows bercerita tentang seorang psikiater forensik yang memiliki kekuatan khusus. Ia mampu melihat ke dalam pikiran bawah sadar seorang pekerja sosial yang telah membunuh keluarganya dan ia mencoba bunuh diri. Shadows merupakan film Hong Kong yang dipuji sebagai salah satu film terbaik. 

Tak mudah memang memfilmkan premis dari psikoanalisis Sigmund Freud menjadi cerita yang mudah dicerna dan menghibur. Glenn Chan sutradara dari Singapura yang dipercaya memvisulisasikan skenario karya Mani Man mampu menghadirkan Shadows yang tak hanya komersial tapi juga unik. 

“Selalu saja muncul perdebatan sebuah produksi film. Film dibuat untuk tujuan komersial atau pencapaian seni (arthouse). Tapi Shadows jelas saya ingin dapatkan sisi komersialnya, meskipun saya ingin menghadirkan film juga diapresiasi nilai seninya,” ujar Mani Man dalam pembukaan Asian Cinerama Film Festival 2022, Kamis (15/9) lalu.

Mani Man Produser dan Penulis Film Shadows

Melalui Shadows, Mani Man ingin mengeksplorasi hujan nature subconscious dengan memberi ruang pada kebaikan dan kejahatan di diri manusia. Namun diakuinya selama proses kreatif ia dan tim merasa tak ada jawaban yang 100 persen benar. 

“Banyak kesulitan sebelum menulis konsep ini, sulit enggak ada jawaban yang absolut setelah proses kreatif dalam penggarapan filmnya, karena ada berbagai kesulitan yang harus membuat adegan saat sang tokoh masuk ke dunia subconscious jadi banyak hal yang didiskusikan antara kru karena banyak hal yang harus dibuat untuk menunjukkan bagian subconscious. Proses post pro juga sulit lagi-lagi karena bagian subcons itu,” ungkapnya.

Terpenting dari produksi yang akan berjalan dikatakan Mani Man adalah ide cerita dan konsep cerita. “Kalau ide dan konsep cerita kuat, penonton bahkan tidak akan peduli dengan visual. Dan kami di MM2 Entertainment selalu berangkat dari ide cerita yang kuat,” jelas Mani Man soal film-film MM2 Entertainment yang tidak banyak menggunakan visual grand atau gambar-gambar lebar. 

Selain Shadows, dalam program Asian Cinerama bertajuk “Hong Kong Focus” yang digelar untuk menyongsong Bali International Film Festival (Balinale) 2023 juga diputar film Madalena (2021), Anita (2021), Table For Six (2022), Raging Fire (2021), dan Chilli Laugh Story (2022).

Baca di Tabloid Bintang

Leave a Reply