KPK Panggil 6 Pejabat Pemkab Bogor Terkait Kasus Korupsi Bupati Ade Yasin

Jakarta

KPK panggil sejumlah pejabat di Pemerintahan Kabupaten Bogor. Mereka dipanggil terkait kasus suap pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor tahun anggaran 2021.

Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan keenam pejabat tersebut adalah Andri Hadian Sekretaris BPKAD Pemkab Bogor; Hanny Lesmanawaty Sub koordinator Pelaporan Dinas BPKAD; Ruli Fathurahman Kasubbag Penatausahaan Keuangan Setda Kabupaten Bogor tahun 2019 hingga sekarang; Desirwan Kasie di Dinas Pedidikan Kabupaten Bogor; Teuku mulya Kepala BPKAD Kabupaten Bogor; dan Ade Jaya Inspektur / Mantan Kepala BPKAD 2019 hingga. 2021.

Keenam orang pejabat tersebut nantinya akan diperiksa sebagai saksi di perkara yang menjerat Bupati Bogor Ade Yasin. Namun, Ali belum menjelaskan secara rinci hal apa saja yang akan dikonfirmasi kepada para pejabat tersebut.

Sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin jalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka KPK pada Rabu (11/5). Ade diperiksa bersama tiga orang lainnya terkait kasus pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor.

Plt Jubir KPK Ali Fikri menerangkan, selain Ade, ketiga tersangka yang diperiksa antara lain Sekdis Dinas PUPR Kabupaten Bogor Maulana Adam, Kasubid Kas Daereah BPKAD Kabupaten Bogor Ihsan Ayatullah dan PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor Rizki Taufik.

“Keempatnya hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan konfirmasi barang bukti hasil kegiatan penggeledahan,” ujar Ali Fikri kepada wartawatan, Rabu (11/5).

Selain itu, KPK juga mencecar Ade soal awal mula pembahasan dari temuan tim pemeriksa BPK perwakilan Jawa Barat. Hasil temuan itu terkait beberapa proyek di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor yang prosesnya diduga tidak sesuai ketentuan.

“Di samping itu juga didalami terkait awal mula pembahasan dari temuan tim pemeriksa BPK perwakilan Jawa Barat pada beberapa proyek di Dinas PU Kabupaten Bogor yang prosesnya diduga tidak sesuai ketentuan,” tambah Ali.

Diketahui, Bupati Bogor Ade Yasin ditetapkan sebagai tersangka suap terkait pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor. Ade diduga menyuap sejumlah pegawai BPK perwakilan Jawa Barat senilai Rp 1,9 miliar agar Kabupaten Bogor meraih prediket wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk tahun 2021.

“Selama proses audit, diduga ada beberapa kali pemberian uang kembali oleh AY (Ade Yasin) melalui IA (Ihsan Ayatullah) dan MA (Maulana Adam) pada Tim Pemeriksa di antaranya dalam bentuk uang mingguan dengan besaran minimal Rp 10 juta hingga total selama pemeriksaan telah diberikan sekitar sejumlah Rp 1,9 miliar,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di KPK, Kamis (28/4).

(maa/maa)

Selengkapnya

Leave a Reply

Detik-detik Satpam Digigit Ular di Perumahan Elite Terekam Kamera Small Earthquake Rattles South Bay Near Milpitas Cantik Emma Stone yang Baru Saja Menikah Mobil Terbang Fenomena Halo Matahari di Langit Jawa Timur Prewedding Terbaru Nikita Willy & Bos Blue Bird Desa Nelayan Paling Nyentrik Dunia Kelebihan Tes COVID oleh Anjing Dibanding PCR Rumah Orang Terkaya Dunia Aksi Protes Perubahan Iklim Global di Berbagai Negara