Kisah Menegangkan Tim Pengendali Cuaca KTT G20 di GWK

Jakarta

Acara jamuan makan malam perhelatan KTT G20 di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Selasa (15/11) malam berlangsung meriah didukung cuaca yang cerah. Padahal sore sekitar pukul 16.00 WITA, kawasan GWK sempat diguyur hujan. Ada andil tim pengendali cuaca di perhelatan ini.

Cerita di balik layar dituturkan ahli rekayasa cuaca Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr Tri Handoko Seto melalui akun Facebook pribadinya. detikINET telah meminta izin kepada Tri untuk mengutip cerita yang dibagikannya ini, Rabu (16/11/2022).

“Tugas kita kerja. Hasilnya bukan kuasa manusia,” kata Tri membuka ceritanya.

Ia melanjutkan, saat dipanggil untuk mendesain skenario pengamanan rangkaian acara G20, Tri meminta tiga hal untuk mendukung upaya rekayasa cuaca.

“Kepada Pak Menko saya tidak minta banyak:

1. Kami butuh 4 unit pesawat yang akan dioperasikan dari Posko Utama di Lombok dan Posko Cadangan di Banyuwangi
2. Jangan sampai ada NOTAM yang melarang atau menunda penerbangan memburu awan
3. Berikan kami seluruh dukungan untuk perburuan awan yang mengancam kelancaran acara,” tulis Tri.

Ketiga permintaan itu disanggupi. Target tertinggi dari tugas ini adalah, pada Selasa (15/11) tidak boleh ada hujan, terutama saat acara makan malam penyambutan seluruh kepala negara dan delegasi G20 yang sepenuhnya dilaksanakan di luar ruangan.

Pengendali cuacaFoto: Facebook Tri Handoko Seto

Drama sebelum acara

Meski target tertinggi mengamankan cuaca di tanggal 15 November, acara di tanggal lain tak kalah pentingnya karena rangkaian perhelatan G20 berlangsung kurang lebih sepekan. Acara lain pun diupayakan agar tidak turun hujan.

Pada tanggal 13-14 November, semua uji coba berbagai metode yang dilakukan Tri dan timnya berjalan lancar. Namun di tanggal 15 November, ternyata cuaca benar-benar berbeda.

“Tanggal 15 pagi langsung drama. Awan bermunculan sejak pagi. Dihujankan 1 tumbuh yang lain dan seterusnya. Para pimpinan menelepon menanyakan apakah perlu tambahan pesawat? Tidak, terima kasih,” jawab Tri.

Dalam keadaan genting, akhirnya tim pengendali cuaca menyimpulkan tidak mungkin meniadakan hujan. Maka, strategi pun diubah dengan cara menurunkan hujan di tempat lain. Ini pun bukan hal yang mudah, apalagi lokasi acara berpindah-pindah.

“Karena lokasi acara berpindah-pindah maka strateginya cukup rumit. Dan semua harus diputuskan lalu dieksekusi dengan cepat. Akhirnya drama pagi sampai siang selesai jam 14.00 (WITA). Acara para ibu negara dan lunch kepala negara sukses tanpa gangguan hujan,” sebutnya.

Berdebar-debar di puncak acara

Tim pengendali cuaca belum bisa bernapas lega. Tugas selanjutnya adalah mengamankan acara makan malam yang sejak di awal sudah disebutkan Tri sebagai target tertinggi tugas ini.

Tri menuturkan, awan bertumbuhan dan berdatangan menuju kawasan GWK, tidak mungkin dihindari. Maka, semua awan di sekitar GWK dihujankan sekalian dan awan-awan yang masih jauh juga dihujankan sebelum memasuki GWK.

“Hasilnya, jam 16.00 (WITA) hujan reda. Persiapan dinner pun digelar. Peralatan yang tadinya ditutup plastik dibuka. Eh, rupanya awan tipis tak rela meninggalkan angkasa,” ujarnya.

Saat tamu negara mulai berdatangan, tim pengendali cuaca terus mengintai ancaman yang mungkin tiba. Sortie malam (pengiriman satu unit militer) pun mau tidak mau diterbangkan untuk menghalaunya.

“Luar biasa Danskadron. Dan puji astungkara,” Tri mengucap syukur.

Seperti yang disaksikan seluruh Indonesia bahkan berbagai negara, rangkaian acara makan malam G20 pada 15 November malam di GWK berjalan lancar tanpa gangguan hujan.

Mengemban tugas ini, Tri mengucapkan terima kasih atas tantangan yang diberikan pimpinan negara. Ia pun berterima kasih kepada seluruh tim yang penuh dedikasi.

“Kami tidak mengklaim ini hasil kerja kami. Tugas kami hanya kerja. Menyiapkan anak panah terbaik, menariknya sekuat tenaga, membidik lalu melepaskannya. Hasilnya bukan kuasa manusia. Apalagi begitu banyak doa anak bangsa. Dan banyak juga upaya lainnya. Yang pasti kami bersyukur. Acara berjalan lancar tanpa gangguan hujan,” tutupnya.

Tugas Tri dan timnya belum selesai. Rangkaian acara G20 masih berlangsung dan ada banyak acara yang berlangsung di luar ruangan. Selamat bertugas tim pengendali cuaca!

Simak Video “Welcoming Dinner KTT G20, Wishnutama Kemas Ragam Budaya dan Teknologi
[Gambas:Video 20detik]

(rns/fay)

Selengkapnya

Leave a Reply

Detik-detik Satpam Digigit Ular di Perumahan Elite Terekam Kamera Small Earthquake Rattles South Bay Near Milpitas Cantik Emma Stone yang Baru Saja Menikah Mobil Terbang Fenomena Halo Matahari di Langit Jawa Timur Prewedding Terbaru Nikita Willy & Bos Blue Bird Desa Nelayan Paling Nyentrik Dunia Kelebihan Tes COVID oleh Anjing Dibanding PCR Rumah Orang Terkaya Dunia Aksi Protes Perubahan Iklim Global di Berbagai Negara