Bukan Hal Baru, Bahkan Ada Tata Caranya

London

Seorang penjaga kerajaan pingsan saat menjaga peti mati Ratu Elizabeth. Kejadian seperti ini ternyata tidak baru, bahkan mereka punya cara khusus saat pingsan.

Peti jenazah Ratu Elizabeth II di Westminster Hall diperlihatkan untuk publik. Masyarakat diberikan kesempatan untuk datang dan memberikan penghormatan terakhirnya.

Selama prosesi ini berlangsung, peti mati Ratu Elizabeth dijaga ketat oleh para penjaga kerajaan. Penjagaan ini dilakukan setidaknya oleh 10 penjaga yang ditempatkan di sekitar peti mati.

Empat penjaga ditugaskan untuk berjaga di empat sudut utama peti di bagian atas podium. Kemudian terdapat dua sampai empat penjaga lain yang berjaga di bagian bawah podium. Terakhir, ada empat penjaga yang berjaga di bagian luar area podium. Para penjaga ini menurut BBC biasanya datang dari kalangan prajurit elite.

Namun pada malam pertama pembaringan Ratu, terjadi sebuah kejadian tak terduga. Salah seorang penjaga yang ditempatkan di bagian bawah podium oleng dan terjatuh. Penjaga itu mengenakan seragam hitam dan berjaga sambil membawa tongkat seremoni.

Kejadian ini disaksikan langsung oleh publik yang berada di lokasi serta mereka yang menonton di rumah. Sebab rangkaian pembaringan ini disiarkan langsung oleh BBC. Seketika kejadian ini ramai diperbincangkan dan banyak yang merasa khawatir dengan kondisi penjaga kerajaan tersebut.

Meski mengejutkan, namun ternyata kejadian penjaga kerajaan yang pingsan atau terjatuh saat bertugas bukanlah hal yang baru. Seperti yang terjadi saat perayaan Platinum Jubilee beberapa waktu lalu. Lima tentara pingsan saat rangkaian acara National Thanksgiving Service.

Dilansir dari HELLO!, penjaga kerajaan lebih berpotensi untuk pingsan saat ditugaskan untuk berdiri dalam waktu yang lama. Terutama saat gelaran acara-acara besar seperti Tropping the Colour.

A Guardsman lies prone after fainting during the Trooping the Colour ceremony at Horse Guards Parade, central London, as the Queen celebrates her official birthday. (Photo by PA/PA Images via Getty Images)Penjaga Kerajaan pingsan saat upacara perayaan Trooping the Colour. Foto: PA Images via Getty Images/PA – PA Images

Bahkan menurut Mayor Dai Bevan yang memimpin 101 Pengawal Kehormatan dari Pengawal Welsh di pernikahan Pangeran dan Putri Wales, para penjaga dan tentara memang diajarkan untuk “faint to attention” atau pingsan dengan tetap mempertahankan postur disiplin mereka.

Para tentara diajarkan untuk tidak terjatuh ke samping atau berpegangan pada benda di sekitarnya. Berdasarkan informasi dari The Express, merupakan sebuah kedisiplinan sejati jika seorang tentara dapat terjatuh ke arah depan sambil mempertahankan pose dan senapan yang mereka pegang.

“Hal itu mungkin akan menyebabkan hidung dan banyak gigi patah,” kata Mayor Dai Bevan, seperti dikutip HELLO!.

Berdiri dan berjaga mungkin tampak mudah. Namun, berdiri tegap sempurna dalam waktu yang sangat lama tentu sangat melelahkan. Tak hanya bagi tubuh, tapi juga pikiran. Belum lagi beban berat dari seragam dan senjata yang mereka bawa.

Apalagi bagi mereka yang menjadi penjaga kerajaan, mereka memikul beban berat untuk menjaga orang-orang paling penting di negaranya. Untuk dapat menjadi bagian dari penjaga kerajaan pun tak mudah, diperlukan kedisiplinan tinggi dan pelatihan keras selama bertahun-tahun.

Simak Video “Penerbangan Terakhir Ratu Elizabeth II Paling Banyak Dilacak dalam Sejarah
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/ddn)




Selengkapnya

Leave a Reply

Detik-detik Satpam Digigit Ular di Perumahan Elite Terekam Kamera Small Earthquake Rattles South Bay Near Milpitas Cantik Emma Stone yang Baru Saja Menikah Mobil Terbang Fenomena Halo Matahari di Langit Jawa Timur Prewedding Terbaru Nikita Willy & Bos Blue Bird Desa Nelayan Paling Nyentrik Dunia Kelebihan Tes COVID oleh Anjing Dibanding PCR Rumah Orang Terkaya Dunia Aksi Protes Perubahan Iklim Global di Berbagai Negara