Al-Khairiyah Buka Suara Sekjen Gugat Walkot-Menag soal Pendirian Gereja

Jakarta

Warga Cilegon, Ahmad Munji menggugat Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas hingga Wali Kita Cilegon soal pendirian gereja HKBP Maranatha Cilegon. Gugatan itu juga ditujukan ke panitia pembangunan gereja dan HKBP Maranatha Cilegon.

Ahmad Munji mengajukan gugatan atas nama pribadi. Munji juga diketahui saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Al-Khairiyah. Munji mendaftarkan gugatan terkait pembangunan gereja tersebut berharap agar polemik pendirian rumah ibadah tersebut terang benderang di meja hijau. Munji menggugat secara perdata atas rencana pembangunan gereja tersebut.

Menanggapi gugatan tersebut, PB Al-Khairiyah menilai gugatan itu merupakan salah satu solusi mengakhiri kegaduhan soal pendirian gereja.

“Belakangan kan isunya jadi simpang siur, berkembang isu primordialisme, kemudian bahwa Kota Cilegon seolah di-framing intoleran, anti kebhinekaan, anti keberagaman,padahal substansi persoalannya karena tahapan syarat dan ketentuan proses pendirian rumah ibadah HKBP Maranatha itu kan diduga banyak persoalan yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan sebagaimana PBM Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No 9 dan No 8 Tahun 2006,” kata Ketua Umum PB Al-Khairiyah, Ali Mujahidin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/9/2022).

Ali Mujahidin mengungkap adanya dugaan kekurangan syarat dan ketentuan terkait pendirian gereja. Ali mengatakan kemudian muncul isu bahwa seolah masyarakat Cilegon tak intoleran dan anti-kebhinekaan.

“Kalau sudah begitu, dari pada nanti mengganggu stabilitas daerah, mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat, aspek kondusifitas masyarakat yang akan menimbulkan konflik horizontal, karena saya duga kelihatannya HKBP Maranatha itu ngotot tapi tidak ngejalur atau mungkin ada indikasi lain, maka cara yang tepat selesaikan saja di pengadilan. Negara ini negara hukum di mana tatanan hidup berbangsa dan bernegara ini telah diatur oleh ketentuan hukum dan perundang yang berlaku, ya mungkin itu jalan yang terbaik,” ujarnya.

Selaku ketua umum, Ali mendukung langkah yang ditempuh oleh Sekjennya dalam mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Serang. Meskipun, gugatan itu dilayangkan atas inisiatif pribadinya.

“Kami yakin upaya yang dilakukan oleh Sekjend Pengurus Besar Al-Khairiyah saudara Ahmad Munji adalah sikap elegan untuk tujuan kebaikan dan tentunya kebaikan bersama. Baik itu dari sisi pemerintah, dari sisi masyarakat dan tentunya diharapkan bagi semua golongan,” katanya.

Seperti diberitakan, Ahmad Munji mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Serang dengan nomor perkara 151/Pdt.G/2022/PN.Srg. Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas tercatat sebagai tergugat 1, HKBP Maranatha Cilegon sebagai tergugat 2, dan tergugat 3 yakni Panitia Pendirian Tempat Ibadah Huria Maranatha Cilegon.

Selain itu tercantum dalam perkara ini juga melibatkan turut tergugat 1 Wali Kota Cilegon, turut tergugat 2 Wakil Walikota Cilegon, turut tergugat 3 Ketua DPRD Kota Cilegon, turut tergugat 4 Wakil Ketua 1 DPRD Kota Cilegon, turut tergugat 5 Wakil Ketua II DPRD Kota Cilegon, turut tergugat 6 Kepala Kementrian Agama Kota Cilegon, turut tergugat 7 Lurah Kelurahan Gerem, turut tergugat 8 Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Cilegon, turut tergugat 9 Edi Ariyadi Mantan Sekda Kota Cilegon, dan turut tergugat 10 yakni mantan Kepala Desa Gerem H. Nasir.

(knv/knv)

Selengkapnya

Leave a Reply

Detik-detik Satpam Digigit Ular di Perumahan Elite Terekam Kamera Small Earthquake Rattles South Bay Near Milpitas Cantik Emma Stone yang Baru Saja Menikah Mobil Terbang Fenomena Halo Matahari di Langit Jawa Timur Prewedding Terbaru Nikita Willy & Bos Blue Bird Desa Nelayan Paling Nyentrik Dunia Kelebihan Tes COVID oleh Anjing Dibanding PCR Rumah Orang Terkaya Dunia Aksi Protes Perubahan Iklim Global di Berbagai Negara